Oleh: Kartini, SMKN 6 Ptk
Dulu
aku selalu bermimpi ingin mempunyai banyak prestasi, dan sekarang berkat usaha dan kerja keras ku ,aku telah
mempunyai cukup prestasi di
usia muda ku .
Prestasi
pertamaku, aku
peroleh ketika aku berumur 9 tahun, saat itu aku mendapatkan juara 3 lomba mewarnai,
tapi aku tidak merasa puas hanya dengan prestasiku saat itu. Aku ingin terus mengukir prestasi untuk mewarnai
hidupku.
Aku
hobby melukis aku ingin mengikuti
festival melukis, aku ingin menambah sebanyak-banyaknya
prestasi ku, selagi muda aku harus mempunyai banyak prestasi agar dapat kuceritakan kepada anak cucuku nanti.
Suatu pagi
yang cerah di bulan Desember,
aku berjalan ke sekolah, secara tidak sengaja aku melihat brosur perlombaan melukis tergeletak di pingir jalan
Aku
berniat untuk menuangkan bakatku
melalui perlombaan itu ,aku tau aku masih
muda dan harus memiliki prestasi , untuk itu salah satu cara adalah aku harus ikut lomba melukis itu, saat aku fokus membaca brosur, tiba-tiba
sahabatku mengejutkan ku dari
belakang .
“Ririn kenapa melamun …?”
“ah
tidak, aku hanya membaca brosur ini “
“kamu mau ikut lomba melukis…?’
“iya
menurut kamu …?
“boleh
juga tuh “
“kamu
mau ikut juga…?”
“aku tidak
bisa melukis , kamu saja ya, aku dukung …!” sambil tersenyum
padaku
“iya
aku pasti ikut “
Tiba
di sekolah aku dan sahabat ku,
Laras, berjalan menuju kelas, saat itu juga
bel masuk berbunyi,
aku dan sahabatku langsung bersiap duduk dikelas untuk belajar , jam pelajaran
yang sangat menyenangkan,
Seni Budaya aku sangat
suka
pelajaran itu, ditambah lagi gurunya baik dan menyenangkan.
Bel
tanda istirahat pun berbunyi ,aku dan Laras
sahabat ku ,berjalan menuju kantin.
Dikatin
aku lalu berbincang mengenai perlombaan
melukis tersebut .
“Laras aku mau ikut ni lomba melukisnya
tapi caranya gimana …?”
“kamu
masih punya brosur tadi kan …?’
“masih
ni ! ! !”ungkapku sambil menyodorkan
brosur yang ada di saku
“di
brosur ini kamu harus mengisi formulir..!”
“tapi
formulirnya aku belum punya “
"disini
tertulis bahwa formulir
dapat diambil di pameran lukisan “
“oh
.. pulang sekolah temenin aku ya..!”
“sip
…”
Sepulang
sekolah aku segera pergi ke museum pameran bersama Laras
“ini
museum lukisannya…?”Tanya ku ke Laras
sambil menunjuk
“iya
benar
ini dia tempat pameran lukisannya, kita langsung masuk saja !!”
“ayo!”
Aku
dan Laras segera
ke museum pameran itu ,saat kami sudah
masuk ke museum pameran itu terlihat seorang wanita yang sedang menulis.
“Rin
mungkin wanita itu panitia
penyelenggaranya?” tunjuk
Laras
ke arah wanita tersebut.
“iya
benar sekali kata mu , ya udah kita kesana yuk.”seruku sambil menarik tangan kanan Laras
“maaf
mba,
apakah ini tempat pengabilan formulir
untuk lomba melukis?” tanya
ku pada wanita tersebut.
“iya
benar ada apa ya dek…?”
“saya
boleh minta formulirnya satu mba..?’
‘boleh
ini dek formulirnya! kalau
sudah diisi lengkap, formulirnya segera kumpulkan dengan
saya !”
“baik
lah mbak, terima kasih”
Dengan
waktu yang singkat,
aku pun tiba di rumah dan mulai mengisi formulir tesebut. Selesai mengisi formulir, aku
lalu mengambil alat lukis dan
melukis indahnya
taman di depan rumah ku, dengan
hati yang senang.
Haripun
semakin larut aku duduk diam dikamar
memperhatikan selembar formulir ,
“apakah
aku bisa mendapatkan prestasi melukis ?” tanyaku dalam hati sambil memandangi formulir tersebut sampai-sampai tak terasa akupun terlelap.
Jam
06.00 aku siap untuk pergi
mengumpulkan formulir, setelah
selesai mengumpulkan formulir , aku segera berjalan menuju sekolah ku SMK
NEGERI 6 dan aku masih kelas X maka saat ini lah momen yang sangat tepat bagiku untuk memulai lagi
mengukir
prestasi.
Tiba
dikelas aku segera duduk sambil
menanyakan sesuatu pada Laras .
“Laras aku sudah menyerahkan formulirnya, pulang
sekolah temenin aku ya ke
pameran lukisan ?”
“sip
deh . . . apa sih
yang nggak buat sahabat aku “ ucapnya sambil tersenyum pada ku.
Perlombaan akan dilaksanakan 2 hari lagi.
“Laras
perlombaannya hari kamis ni … aku harus
melakukan persiapan”
“bener
juga tuh,
ya sudah pulang sekolah kita segera menyelesaikan
PR, kemudian kamu bisa latihan
melukis”
“ya
sudah yuk !” ungkapku sambil kembali berjalan .Didalam perjalanan aku sempat
teringat kalo aku sepertinya perlu punya alat lukis baru.
“oiya
aku baru ingat Ras, kalau aku perlu beli alat lukis, yuk temenin aku !”
‘oke
deh “
Setelah
kurang lebih setengah jam memilih dan
membeli alat lukis,
aku dan laras segera pulang ke rumah masing-masing. Dikamar, aku langsung mencoret-coret kertas
lukis ku.
Dikamar
penuh dengan uji cobaku dalam melukis sambil ku perhatikan satu-persatu lukisanku itu ternyata lukisan ku cukup membuat hatiku cukup
puas akan karyaku sendiri.
“apakah ini karya ku ya ?”ucapku sambil memperhatikan
dalam-dalam lukisan itu
“ya
ampun udah jelas aku yang ngelukis pake
nanyak lagi “ucapku sambil tersenyum
kecil .aku pun tertidur sambil memeluk salah satu karya lukisanku.
Bangun bagi aku terkejut karna semua lukisan ku tidak ada lagi diatas
tempat tidurku aku bergegas keluar dari
kamar untuk menanyakan pada ibu ku .
“ibu
!” Panggilku sambil menuju ruang tamu, terlihat ibuku sedang memajang lukisan
ku.
“ibu
memajang
lukisanku?”
“iya
lukisan kamu menarik nak jadi ibu suka
“ucap ibu sambil membelai rambutku
“yang
benar bu?”
“iya
nak kamu berbakat sekali (sambil tersenyum) ibu bangga sama kamu “
“terimakasih
bu “
“ya
sudah kamu mandi dulu! Kan mau sekolah,
ibu mau menyiapkan sarapan kamu dulu” kemudian ibu berjalan menuju dapur
Aku
segera menggapai
handuk yang ada disofa dan bergegas ke kamar
mandi.
Setelah
sarapan dan siap untuk sekolah aku memandangi kartu perserta yang telah aku dapatkan saat
pengumpulan formulir kemarin.
“Apakah prestasi muda ku bisa terulang didalam perlombaan ini ?”batin
ku sambil mengusap kartu peserta tersebut.
Aku
lalu bergegas ke sekolah dengan hati yang tenang ,karena PR sekolah telah aku kerjakan ,aku tahu bukan hanya di luar sana aku harus
berprestasi,
di
sekolah juga aku harus memiliki prestasi dalam pelajaran.
Sesampai
disekolah menuju kelas, telihat salah satu teman sekelasku sedang bingung mengejakan PR aku lalu mendekatinya.
“Rendi kamu mengerjakan PR nya kok
disekolah???”
“aku
lupa Rin …memangnya
kamu sudah selesai
PRnya ???”
“sudah emang kenapa kamu mau lihat? ? ?”
“iya
…iya Rin aku mau menyontek
punya kamu “
“sebaiknya
kamu jangan menyontek,
itu yang membuatmu malas! Bagaimana
kalau
aku ajirin kamu saja mumpung bel masuk belum berbunyi, kamu mau …?”
“iya mau Rin”
Aku
pun mengajari si Rendi PR yang ingin diconteknya tadi, aku tidak ingin membuat temanku terjerumus dalam keadaan malas, aku ingin semuanya berprestasi jadi aku
mengajari soal PR .Bel
tanda masuk pun berbunyi, begitu
pula dengan PR yang aku ajari ke Rendi juga telah selesai ,aku senang membantu orang dalam kesulitan.
Setelah
PR selesai Rendi dites ibu guru ke depan dan mengerjakan soal dipapan tulis ,
Setelah
beberapa menit mengerjakan Rendi soal didepan ,ternyata jawabanya benar .
“Ririn terima kasih karena kamu sudah mengajari aku, ternyata itu semua membuatku jadi lebih bersemangat lagi “ucap Rendi sambil
bersalaman padaku
“iya
Ren, sesama teman harus saling membantu “balas ku
Waktu
menunjukan pukul 13.30
semua teman-teman telah keluar karna jam pelajaran telah usai, aku belum pulang karna aku masih ingin melatih tangan ku untuk
melukis suasana
sekolah yang
penuh dengan
pepohonan yang sangat rindang,
menjadikan inspirasi bagi karya lukisku.
Mulailah
kuasku mengotori kertas lukisanku aku melukis dengan santai dan tenang karena terbawa suasana. Saat sedang fokus melukis ,tiba-tiba
“rin..rin
….!”kejut Laras dari belakang, aku
pun sontak terkejut, lukisan
ku berubah menjadi gambar yang tak
beraturan karena tercoret kuas
akibat terkejut.
“ya
ampun Laras sejak kapan kamu disini? Liat ini lukisan ku jadi tidak beraturan lagi“ ucap ku kesal
“maaf
deh Rin maaf …maaf ya ….?”
“emb
iya deh ,.,.,.”ucapku sambil mencubit kedua pipi Laras. Kamipun terhanyut dalam suasana canda
dan tawa
“lukisanmu
menarik Rin “ucap Laras melihat dari dekat lukisanku
“tali kali Ras? menarik,.,”candaku ke Laras
Malamnya
setelah shalat isya ,aku tak dapat tidur
karena
besok aku akan lomba melukis, setelah beberapa jam aku pun tertidur, waktu berlalu begitu cepat ,hari pun
sudah pagi aku bangun dan siap kesekolah
karna lomba dimulai sehabis
pulang sekolah .
“Rin
gimana .,.?”Tanya Laras sambil duduk di
sampingku
“gimana
apanya Ras .,.?”
“iya
aku jadi tidak sabar .,.,”
Saat
asyik berbincang bel pun berbunyi menandakan jam pelajaran akan segera di mulai
,dengan hati yang penuh semangat aku
mengikuti pelajaraan dengan baik .
Saatnya perlombaan melukis akan segera di mulai
dengan persiapan lengkap dan
semangat tinggi, begitu
juga Laras yang selalu
menemaniku.
“Laras
persertanya anak kulihan semua ya .,.?”Tanya ku keLaras
“iya
Rin kayanya Cuma kamu deh yang anak SMK
“
“semangatin
aku ya Ras .,.,! aku jadi pesimis nih”
“sudah tenang saja yang penting samangat “
Waktu
perlombaan pun di mulai, dengan perasaan
yang mulai gugup karena
saingan ku begitu berat dengan rasa tenang dan berdoa aku pun selesai melukis,
dengan tema yang diberikan oleh
panitia lomba .
“Ras
apa aku bisa menang ya .,.?”ucap ku sendu pada Laras yang duduk di sampingku
“sabar
aja Rin Tuhan
tau kok yang mana yang terbaik ,intinya kamu sabar aja dan berdoa!”
“emb
baiklah terima kasih atas masukan dari kamu Ras “
“iya
sama-sama.,.,”
Dengan
perasaan yang tegang dan menunggu hasil penjurian,
aku
hanya duduk diam dan
tak sabar dengan hasil tersebut.
Dua jam ini rasanya seperti setahun, hingga
tibalah
saat panitia lomba mengumumkan
pemenangnya.
“
lomba karya lukisan terbaik jatuh pada no perserta 8” ucap panitia dengan mikropon
Kupandangi
no pesertaku ku lihat no persertaku adalah
8, dengan
hati yang sangat gembira
bercampur kaget, aku pun
berdiri dan berjalan menuju panggung, tak
ku sangka ternyata aku memperoleh
nilai yang terbaik dan mejadi pemenang, piala dan piagam di serahkan padaku
“ini
dia remaja berprestasi
kita dalam melukis “ungkap panitia sambil memberikan hadiah padaku .
Betapa
tak ku duga ketekunan ,kesabaraan dan doa membuat ku menjadi remaja yang berprestasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar